Setelah
dilakukan pembukaan jalan yang melintasi gunung sepanjang 1,5 kilometer
dengan lebar antara 3 sampai dengan 4 meter untuk menghubungkan dua
kampung dan dua RW yaitu Kampung Pasir Tengah dan Kampung Tapos Desa
Sukaharja Kabupaten Bogor pada tahun 2014 lalu yang didahului dengan
pembangunan Jembatan Cikaracak menggunakan anggaran Bantuan Provinsi
(Banprove) Jawa Barat (Jabar) tahun 2014.
Hari
minggu tanggal 16 Januari 2016 Kades Sukaharja, Santoso kembali
melanjutkan pemabngunan jalan tersebut dengan bantuan sekitar 200 warga
untuk bergotomg royong guna menlanjutkan pembangunan jalan tersebut,
seluruh warga dalam kesempatan tersebut bahu membahu memasang dan
membelah batu untuk material dasar jalan tersebut karena jalan tersebut
awalnya merupakan jalan setapak yang diubah menjadi jalan yang layak
dilalui kendaraan roda empat yang bertujuang untuk mempersingkat jarak
tempung masyarakat di dua kampung karena selama ini kedua kampung
tersebut terisolir dan ketika hendak melakukan aktivitas harus berputar
bila menggunakan kendaraan serta bila berjalan kaki harus melalui jalan
setapak untuk mengangkut hasiol pertanian diwilayah tersebut.
"Dengan
dibangunnya jalan ini, silaturahmi antar dua kamp[ung bisa lebih
singkat karena tidak harus memutar terlalu jauh bila menggunakan
kendaraan, disampingh itu hasil bumi dari para petani diwilayah tersebut
akan lebih cepat terangkut bila jalan ini kondisinya memadai dan bisa
dilalui kendaraan roda empat,"tutur Santoso Ke[pada Biduik Nusantara
saat di jumpai dikediamannya usai melaksanakan kerja bhakti bersama
warga yang didampingi Ketua BPD, LPM dan Babinsa Sukahrja.
Oleh
Karena itu katanya, pemnamgunan jalan yang rencananya akan diberi nama
Jalan Sangkuriang ini sangat bermanfaat nagi masyarakat un tuk menunjang
perekonomian masyarakat terutama bongkar muat hasil bumi, karena
kawasan yang dilalui sepanjang jalan ini merupakan lahan pertanian
masyarakat dengan berbagai komoditi.
"Saya
sudah menyampaikan kepada masyarakat tadi bahwa untuk pembangunan jalan
ini tidak masuka dalam APBDes Sukaharja baik tahun anggaran 2016, 2017
dan seterusnya dan anggaran untuk pembangunan jalan ini menguunakan
murni dari partisipasi masyarakat dan anggaran pribadi saya,"jelasnya.
Menurutnya,
kenapa pembangunan jalan tersebut tidak masuk daftar kebutuhan APBDes
Sukaharja karena selain jalan ini terdapat 6 titik jalan desa yang
jharus dibangun termasuk membuka jalan baru yang menggunakan APBdes
tahun 2016 dan seterusnya dengan rencana kebutuhan Miliaran Rupiah.
"Untuk
membangun jalan ini saja dibutuhkan anggaran sekitar Rp 3 Miliar belum
termasuk rencana pembangunan jalan lain, jadi Desa Sukaharja membutuhkan
anggaran lebih kurang Rp.6 Miliar untuk kebutuhan pembangunan jalan
belum termasuk jalan lingkungan,"paparnya.
Maka
dari itu ungkapnya, untuk merealisasikan pembangunan jalan ini dirinya
mengajak partisipasi aktif masyarakat agar sama-sama melaksanakan kerja
bhakti secara gotong royong sehingga dapat menekan kebutuhan anggaran
dan pembangunan jalanpun cepat selesai.
"Alhamdulillah
warga saya sangat antusias ketika di ajak bersama-sama melaksanakan
pembangunan jalan ini, ini merupakan sebuah bukti bahwa masyarakat Desa
Sukaharja tingkat kepedulian dan jiwa gotong ronyong masih sangat
tinggi,"tuturnya penuh bangga.
Lanjut
Santoso memaparkan, bila hanya mengandalkan bantuan pemerintah maka
pembangunan jalan ini tidak akan selesai dan bahkan terbengkalai karena
masih banyak kebutuhan diwilayah lain yang juga harus dipenuhi dalam hal
pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, posyandu maupun
insfratruktur penunjang lainnya.
"Untuk
memenuhi kebutuhan anggarannya nanti sama-sama kita pikirkan bersama
perangkat desa baik LPM dan BPD yang terpenting saat ini masyarakat Desa
Sukaharja sudah mau memberikan subangsih tenaga dan pemikiran sehingga
segala program yang nanti diluncurkan dapat dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat,"pungkasnya.








